Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Kotim, Kejati Kalteng Geledah BKAD Cari Dokumen Rp40 Miliar

    Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Kotim, Kejati Kalteng Geledah BKAD Cari Dokumen Rp40 Miliar

    KOTAWARINGIN TIMUR - Kasus dugaan korupsi dana hibah yang melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memasuki babak baru. Setelah serangkaian penggeledahan di kantor KPU Kotim dan beberapa instansi lain pada Senin (12/1/2026), perhatian penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) kini tertuju pada Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kotim.

    Sejak pagi tadi, Selasa (13/1/2026), tim penyidik Kejati Kalteng tampak sibuk mengumpulkan berbagai dokumen di ruang sekretaris kantor BKAD Kotim, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Penggeledahan ini diduga kuat bertujuan untuk menelusuri jejak dokumen terkait penyaluran dana hibah KPU Kotim untuk tahun anggaran 2023 hingga 2024, yang nilainya mencapai Rp40 miliar.

    Sekretaris BKAD Kotim, Edy Samon, membenarkan adanya pencarian dokumen krusial oleh tim jaksa. Ia menjelaskan bahwa fokus penyidik adalah pada dokumen asli yang berkaitan langsung dengan proses pencairan dana hibah KPU Kotim.

    "Jaksa mencari dokumen asli, mulai dari SP2D, dokumen berita acara penetapan angka dana hibah Rp40 miliar, dan notulen rapat, " ujar Edy Samon kepada awak media.

    Edy Samon menambahkan bahwa semua dokumen yang diminta oleh penyidik tersedia lengkap di BKAD dan telah diserahkan untuk kepentingan investigasi lebih lanjut. Berkas-berkas tersebut langsung dibawa oleh tim jaksa setelah pemeriksaan.

    "Ada semua berkasnya. Tadi langsung dibawa, " tegasnya singkat.

    Informasi yang dihimpun, Kejati Kalteng berencana melanjutkan upaya pencarian barang bukti tambahan dengan mendatangi sejumlah percetakan yang diduga terkait dengan kasus ini. (PERS

    korupsi dana hibah kpu kotim kejati kalteng bkad kotim penyelidikan korupsi berita korupsi
    Updates.

    Updates.

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri Keuangan Respons Pengunduran Diri Dirut BEI: Bentuk Tanggung Jawab
    Dirut BEI Mundur Pasca IHSG Longsor, Berharap Pulihkan Kepercayaan Pasar
    BPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Minyak: Rp 2,7 Miliar Dolar dan Rp 25 T
    PPATK Ungkap Rp12,49 T Omzet Tekstil Diduga Disembunyikan
    PPATK Ungkap Rp992 T Dana Ilegal dari Tambang Emas Tanpa Izin

    Ikuti Kami